MPA LEI
Majelis Perwalian Anggota (MPA) adalah representasi seluruh anggota konstituen LEI dalam penyelenggaraan kegiatan LEI sehari-hari.
Untuk susunan Majelis Perwalian Anggota LEI Periode 2009-2013 sebagai berikut:
1. Agus Setyarso
Ketua MPA LEI, Perwakilan Kamar Eminent Persons.
Agus Setyarso, akademisi dari Universitas Gadjah Mada ini memiliki banyak pengalaman dan diakui sebagai pakar di bidang pengelolaan sumberdaya hutan di Indonesia. Saat ini, selain bekerja di sebuah lembaga donor yang menangani program-program bantuan kehutanan, beliau juga aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Kehutanan Nasional, untuk menangani persoalan sinergitas kebijakan pemerintah dengan pelaksanaan kebijakan di lapangan. Pandangannya tentang sumberdaya alam dan sertifikasi ekolabel membuatnya terpanggil untuk turut memimpin LEI agar logo LEI semakin diakui baik oleh pemerintah maupun oleh pasar.
2. Haryanto R. Putro
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Eminent Persons.
Haryanto R. Putro, sebagai staf pengajar IPB yang berprestasi di bidang konservasi dan pengelolaan sumberdaya hutan, beliau juga aktif mendukung berbagai NGO berwawasan konservasi di Indonesia. Pengalaman dan pengetahuannya yang luas mengenai konservasi dan manajemen hutan di Indonesia membuatnya ingin berkontribusi dan turut memimpin LEI menjadi organisasi yang mampu mendorong perbaikan pengelolaan hutan di Indonesia.
3. Alex Sanggenafa
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Masyarakat.
4. H. Siman
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Masyarakat.
H. Siman, tokoh masyarakat petani hutan desa Sumberejo yang duduk sebagai perwakilan di MPA LEI ini merupakan sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan hutan rakyat agar diakui oleh lingkungan sekitarnya di Kabupaten Wonogiri. Bersama-sama warga sekitar beliau aktif mendorong untuk terus menanami berhektar tanah tegalan yang kering tandus menjadi berhektar-hektar hutan jati yang mampu menghidupi 5 desa di sekelilingnya dengan mata air yang tercipta di hutan jati itu.
Pengalaman tentang kehidupan masyarakat di Wonogiri dan juga daerah lain, dan manfaat pelestarian hutan yang telah dirasakan membuatnya ingin terus berkontribusi menyumbangkan pemikiran-pemikiran tradisional namun arif bagi LEI.
5. Den Upa Rombelayuk
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Masyarakat.
Den Upa Rombelayuk, tokoh masyarakat adat Toraja ini menjabat sebagai kepala desa di Nenggala, Toraja, Sulawesi Tenggara. Den Upa memperkenalkan sejumlah inovasi dan membangun kembali forum tradisional untuk pengambilan keputusan yang melibatkan perempuan, dan menyebarkan ide tersebut ke seluruh masyarakat Toraja melalui Aliansi Nasional Masyarakat Adat. Atas karyanya ini beliau didaulat untuk bergabung menjadi salah satu dari Ashoka Fellow dari Ashoka Fellowship, sebuah lembaga yang menghargai karya inovatif dalam bidang sosial budaya.
Pemahaman mendalam tentang bentuk-bentuk kehidupan masyarakat adat dan keinginannya untuk menyebarluaskan upaya pemberdayaan masyarakat adat menyebabkan beliau bergabung dalam CBO LEI.
6. Arbi Valentinus
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Pemerhati.
Arbi Valentinus, pegiat lingkungan ini aktif dalam mengkampanyekan kerusakan hutan akibat illegal logging. Aktivitas dan prestasinya sangat dikenal lewat program-program kampanye anti illegal logging dari Perkumpulan Telapak yang ikut ia dirikan. Saat ini aktif menjabat sebagai Spesialis Kebijakan Hutan Orangutan Conservation Service Program (OCSP) serta sebagai Wakil Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional.
Pandangannya tentang pengelolaan hutan yang lestari membuatnya ingin berkontribusi dan turut memimpin LEI agar mampu mencapai visi misinya. ”Seyogyanya sumberdaya alam hayati yang dikelola dengan arif dan dapat dimanfaatkan melalui praktek pengelolaan yang baik. Sertifikasi ekolabel memberikan jaminan pengakuan serta penguatan atas pengelolaan yang arif dan baik tersebut. Adalah penting agar sertifikasi ekolabel memberikan dan mewujudkan prioritas yang sama dan seimbang untuk pengelolaan masyarakat dan usaha kecil menengah atas produk dan jasa lingkungan dari sumberdaya alam hayati (baik hutan maupun non hutan).”
7. Rivani Noor
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Pemerhati.
Rivani Noor, lewat komunitas Community Alliance For Pulp and Paper Advocay kerap menelurkan pesan-pesan yang mendorong pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan kepada unit manajemen HTI yang berada di wilayah Sumatera khususnya.
Keinginannya untuk mendorong pengelolaan hutan yang adil dan lestari membuatnya tertarik berkontribusi bersama LEI.
8. Purwadi Soeprihanto.
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Bisnis.
Purwadi Soeprihanto, Presiden Direktur PT. Finnantara Intiga – perusahaan hutan tanaman — yang berlokasi di Kalimantan Barat ini sejak awal sering terlibat dalam penyusunan kerangka organisasi CBO pada masa-masa peralihan LEI menjadi CBO tahun 2004. Aktif dalam penyusunan sistem sertifikasi LEI, khususnya untuk sistem sertifikasi bertahap, LOV (Legal Origin Verification) dan LHV (Legal Harvest Verification). Harapannya agar sistem yang turut dia bangun menjadi alat yang efektif untuk mendorong pengelolaan hutan tanaman lestari dan mampu mengakomodir dinamika perubahan yang terjadi. Mengenai LEI dan sertifikasi ekolabel,”LEI menjadi tempat duduk bersama untuk memecahkan perbenturan kepentingan di antara para pihak. Perusahaan sukses menjalankan bisnis secara berkelanjutan, dengan tetap mendapat apresiasi di kalangan masyarakat adat dan konservasionis. Dengan demikian, perusahaan akan mampu bertahan secara sehat tanpa ada stakeholders yang merasa dirugikan. Inilah yang diharapkan oleh perusahaan bila bergabung dengan LEI, ” Lebih lanjut,” Perwakilan kamar bisnis sangat concern untuk mendorong LEI memperoleh pengakuan secara internasional, karena hanya dengan demikian, sertifikasi menjadi instrumen yang efektif untuk memperoleh insentif yang lebih baik dari pasar”.
9. Dian Novarina
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Bisnis.
Dian Novarina, sebagai Stakeholder Relation Manager dari PT. RAPP terus berupaya untuk membangun hubungan yang berkesinambungan dengan para stakeholder. Pemahamannya yang baik tentang pengelolaan hutan yang lestari merupakan hasil pengalaman dan pelatihan yang dijalaninya sebagai profesional dalam bidang kehutanan. Merupakan salah satu LEAD Fellow dari program LEAD yang biasa mencetak personel berdedikasi tinggi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, baik di forum nasional maupun internasional.
10. Sae Tanangga Karim.
Anggota MPA LEI, Perwakilan Kamar Bisnis.
Sae Tanangga Karim, Direktur Eksekutif Asmindo (Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia). Memiliki hubungan yang luas dengan kalangan pengusaha mebel baik dalam dan luar negeri, kerap memfasilitasi program promosi sertifikasi LEI dan produk bersertifikat LEI di beberapa event pameran berskala internasional yang diadakan Asmindo. MoU kerjasama antara LEI dan Asmindo telah membuat landasan kerjasama yang baik dalam mendorong program promosi sertifikasi LEI kepada pasar, para pengusaha mebel, dan industri mebel skala kecil menengah.



