Standar Sertifikasi Hasil Hutan Bukan Kayu

Lem­baga Eko­la­bel Indone­sia (LEI) telah mengem­bangkan Sis­tem Ser­ti­fikasi Pen­gelo­laan Hasil Hutan Bukan Kayu Lestari (PHHBKL), selan­jut­nya dise­but Ser­ti­fikasi HHBK.  Penyusunan stan­dar Ser­ti­fikasi HHBK telah dim­u­lai pada tahun 2007 dan telah melalui beber­apa kali diskusi yang inten­sif diantara Tim Penyusun dan telah men­gun­dang beber­apa orang seba­gai nara sum­ber. Tim Penyusun Ser­ti­fikasi HHBK adalah Didik Suhar­jito (Fahutan IPB), Sis­woyo (Fahutan IPB), Wibowo A Djat­miko (LATIN), Alan Pur­bawiy­atna (LEI), Wahyu F Riva (LEI) dan Gladi Hardiyanto (LEI).

Stan­dar Ser­ti­fikasi HHBK ini juga telah diu­ji­coba di 3 wilayah yaitu di Nusa Teng­gara Barat (NTB) pada bulan Mei 2009, Lam­pung pada bulan Sep­tem­ber 2009, dan Kali­man­tan Ten­gah pada bulan Okto­ber 2009.  Untuk uji­coba di Nusa Teng­gara Barat, LEI bek­er­jasama den­gan Lem­baga KONSEPSI di Mataram yang memilih lokasi di areal HKm Site San­tong, areal HKm Site Mong­gal, areal HKm site Sesaot, dan areal HKm site Sam­be­lia.   Untuk uji­coba di Lam­pung, LEI  bek­er­jasama den­gan WATALA dan SHK Lestari yang memilih lokasi di  wilayah HKm di Sum­ber Jaya dan Tahura Wan Abdur­rah­man.  Semen­tara di Kali­man­tan Ten­gah, LEI bek­erja sama den­gan Yayasan KEHATI yang memilih lokasi di Buntok.

Berdasakan hasil uji­coba dan perte­muan Tim Penyusun pada tang­gal 14 –16 Desem­ber 2009, dis­ep­a­kati beber­apa hal yaitu:

1.     Defin­isi HHBK men­gacu pada per­at­u­ran perun­dan­gan yang berlaku yaitu hasil hutan hay­ati baik nabati maupun hewani beserta pro­duk turunan dan budi­dayanya kecuali kayu yang berasal dari hutan.  Namun dalam Ser­ti­fikasi HHBK yang dikem­bangkan oleh LEI ini belum men­cakup stan­dar peni­la­ian kelestar­ian HHBK yang berasal dari hewani beserta pro­duk turunan dan budidayanya.

2.     Stan­dar HHBK yang dikem­bangkan meru­pakan stan­dar yang ditu­runkan dari stan­dar Ser­ti­fikasi PHAPL, PHTL, dan PHBML.  Stan­dar ini bersi­fat generic yang berba­sis kawasan dan produk.

3.     LEI mengem­bangkan Ser­ti­fikasi HHBK yang dapat diin­te­grasikan den­gan ketiga sis­tem ser­ti­fikasi lain­nya (Ser­ti­fikasi PHAPL,PHTL, dan PHBML)

4.     Lan­dasan keterkai­tan den­gan ketiga sis­tem ser­ti­fikasi lain­nya adalah pada tingkat Kri­te­ria.  Semen­tara pada level Indika­tor, dibuat spe­si­fik berdasarkan kelom­pok jenis­nya (khusus­nya pada aspek produksi)

5.     Caku­pan stan­dar ini hanya pada pengelola/pemungut HHBK, belum sam­pai pada CoC untuk pengumpul/pengolah pro­duk HHBK lebih lanjut

6.     Stan­dar ini dapat digu­nakan untuk pengelola/pemungut HHBK baik skala kecil sam­pai  skala besar

7.     Per­syaratan yang berkai­tan den­gan pen­gayaan dan/atau budi­daya jenis dan kelom­pok jenis tidak secara detail diatur dalam stan­dar ini karena ker­aga­man jenis pro­duk HHBK yang tinggi

8.     Bila pemegang hak pen­gelo­laan dan/atau peman­fa­taan HHK pada Hutan Pro­duksi, maka:
a.     UM harus sudah men­da­p­atkan ser­ti­fikasi pen­gelo­laan HHK, atau
b.     UM dapat men­ga­jukan ser­ti­fikasi HHBK dan pen­gelo­laan HHK secara bersamaan

File stan­dar Pen­gelo­laan Hasil Hutan Bukan Kayu Lestari (PHHBKL)-LEI bisa diun­duh disini.

File untuk ser­ti­fikasi lacak pro­duk Hasil Hutan Bukan Kayu bisa diun­duh disini.

Be Socia­ble, Share!

Comments are closed.

RSS Feed LEI | Subscribe via email

Provide by FeedBurner

LEI’s Certified Forests

Untitled Document

2.388.775,35 Ha Plan­ta­tion Forests
36.917,080 Ha Com­mu­nity Forests
5 Chain of Cus­tody



Total 2.425.020,43 Ha

(2017, Jan­u­ary)