WARGA TERONG SELAMATKAN POHON TAK LAYAK TEBANG

Harianjogja.com, BANTUL– Kelom­pok petani hutan di Desa Terong, Dlingo, Ban­tul mence­gah peneban­gan pohon tidak cukup umur berkat usaha warga melestarikan lingkungan.

 Kelom­pok Pen­gelola Hutan di Desa Terong, Dlingo sejak 2014 lalu mendirikan kop­erasi tunda tebang pohon. Mereka men­gelola lebih dari 500 hek­tare hutan rakyat. Lem­baga Swa­daya Masyarakat (LSM) yang berg­erak di bidang lingkun­gan Arupa men­dampingi kelom­pok ini melestarikan hutan rakyat di Terong, Dlingo.

Badan Pen­gu­rus Arupa Dwi Nugroho men­gungkap­kan, salah satu cara melestarikan hutan adalah mence­gah pohon dite­bang sebelum beru­mur layak. “Pohon jati layak dite­bang sete­lah beru­mur di atas dela­pan tahun,” ungkap Dwi Nugroho dalam work­shop men­ge­nai hutan rakyat yang dis­e­leng­garakan Lem­baga Eko­la­bel Indone­sia (LEI), Sabtu (23/7/2016).

Pohon beru­mur muda atau di bawah dela­pan tahun memi­liki daya lebih tinggi dalam meny­erap emisi kar­bon diok­sida (CO2) diband­ing pohon yang telah beru­mur di atas dela­pan tahun. Selama ini kata dia, warga ser­ing menebang pohon karena ter­de­sak kebu­tuhan ekonomi pada­hal pohon terse­but belum layak ditebang.

Warga Desa Terong kemu­dian memilih menye­la­matkan pohon-pohon yang masih muda terse­but den­gan mendirikan sebuah kop­erasi tunda tebang yang dina­mai Jasema. Sebanyak lebih dari 500 warga menyum­bang uang untuk mengumpulkan modal sebanyak Rp78 juta. Uang terse­but kemu­dian dip­in­jamkan bagi anggota yang men­galami kesuli­tan ekonomi. Kayu yang dim­i­liki pem­in­jam uang kop­erasi (deb­itur) men­jadi agu­nan atau jam­i­nan dalam pin­ja­man itu. Pada tahun per­tama berop­erasi, ter­catat sebanyak 32,3 meter kubik kayu atau pohon yang telah dia­gunkan alias dice­gah peneban­gan­nya lan­taran tidak cukup umur. “Tahun ini diperki­rakan modal yang dim­i­liki warga sudah men­ca­pai Rp120 juta. Kop­erasi men­er­ap­kan bunga satu persen,” ujarnya lagi.

Menu­rut Dwi Nugroho banyak keun­tun­gan berkat kebi­jakan tunda tebang terse­but. Per­tama karena hutan lebih lestari lan­taran ter­hin­dar dari peneban­gan secara liar.

Selain itu, warga dapat menikmati keun­tun­gan pohon sete­lah pohon itu besar. Secara ekonomi pohon yang sudah besar dan sudah layak tebang nilainya lebih mahal diband­ing yang masih kecil,” papar dia.

Lebih dari itu, warga Terong ber­jasa dalam upaya men­gu­rangi emisi gas rumah kaca dan men­gu­rangi pem­anasan global. Pada 2011 lalu, hutan di Terong memi­liki cadan­gan kar­bon sebanyak 37,45 ton lalu mel­on­jak men­jadi 78,97 ton pada 2014 berkas upaya warga menye­la­matkan pohon tak layak tebang dan penghi­jauan. Jum­lah terse­but hanya men­catat cadan­gan kar­bon di lahan pekarangan belum ter­ma­suk lahan tegalan. Cadan­gan kar­bon terse­but meru­pakan potensi hutan mengikat atau meny­erap karbon.

Pen­guku­ran cadan­gan kar­bon dilakukan setiap dua tahun sekali. Ter­akhir 2014. Tahun ini akan dilakukan pen­guku­ran cadan­gan kar­bon lagi,” lanjutnya.

Ter­pisah, Direk­tur Lem­baga Eko­la­bel Indone­sia Haryadi men­gatakan, upaya melestarikan lingkun­gan den­gan mengikat kar­bon yang telah dilakukan petani di Terong harus­nya dihar­gai den­gan pem­be­lian kar­bon oleh perusahaan-perusahaan peng­hasil emisi. Saat ini kata dia, baru petani hutan di daerah Jambi yang telah men­em­bus pasar dan ter­li­bat perda­gan­gan karbon.

Haryadi men­je­laskan, perda­gan­gan kar­bon dilakukan oleh petani hutan den­gan perusa­haan peng­hasil emisi. Di Eropa kata dia, pemer­in­tah mene­tap­kan batas emisi yang dikelu­arkan perusa­haan atau pabrik. Kelebi­han emisi akan mewa­jibkan perusa­haan mem­ba­yar sejum­lah uang ke kelom­pok masyarakat yang ber­jasa men­jaga hutan pengikat gas emisi.

Mis­al­nya satu perusa­haan dibatasi meng­hasilkan emisi sebanyak 40 ton. Tapi terny­ata emisi yang dihasilkan 50 ton, ada kelebihkan 10 ton kar­bon yang harus diba­yar ke masyarakat pelestari hutan. Di Indone­sia, kebi­jakan seperti ini belum jelas,” jelas­nya lagi.

Be Socia­ble, Share!

Comments are closed.

RSS Feed LEI | Subscribe via email

Provide by FeedBurner

LEI’s Certified Forests

Untitled Document

2.388.775,35 Ha Plan­ta­tion Forests
36.917,080 Ha Com­mu­nity Forests
5 Chain of Cus­tody



Total 2.425.020,43 Ha

(2017, Jan­u­ary)