Adaptasi Kearifan Lokal dalam Pendampingan Hutan Rakyat Menuju PHBML

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Saat ini, Lem­baga Eko­la­bel Indone­sia (LEI) dan Uni Eropa (EU), ten­gah men­jalin ker­jasama untuk meningkatkan jum­lah hutan rakyat dan indus­tri kayu berser­ti­fikat untuk meningkatkan pasokan kayu dan pro­duk kayu berser­ti­fikat. Dalam pelak­sanaan kegiatan ini, LEI meng­gan­deng mitra lokal dalam kegiatan pen­dampin­gan di 3 region yaitu : KANOPI di Jawa Barat, Lem­baga AruPA di Jawa Ten­gah dan DI Yogyakarta, serta PERSEPSI di Jawa Timur.

Dalam usaha pen­dampin­gan, para pen­damp­ing lapan­gan tak jarang meng­gu­nakan cara cara yang unik untuk menyam­paikan penge­tahuan ten­tang pen­gelo­laan hutan lestari kepada petani hutan. Kuat­nya budaya lokal di lokasi pen­dampin­gan den­gan berma­cam karak­ter­is­tiknya, mem­buat penge­tahuan akademis atau mod­ern men­ge­nai pen­gelo­laan hutan lestari tidak serta merta dapat diter­ima di ten­gah masyarakat. “Kami biasanya meng­gu­nakan budaya lokal dalam menyam­paikan materi men­ge­nai aspek-aspek pen­gelo­laan hutan yang lestari” Ujar Ahmad Suwarno dari KANOPI selaku fasil­i­ta­tor region Jawa Barat, yang dis­am­paikan dalam Work­shop Jur­nalis yang dis­e­leng­garakan oleh LEI bersama Asosi­asi Jur­nalis Inde­pen­den (AJI), 22 Juli 2016 lalu di Yogyakarta.

Meng­gu­nakan budaya lokal dan pen­dekatan nilai-nilai sosial meru­pakan salah satu sen­jata ampuh para pen­damp­ing dalam menyam­paikan penge­tahuan ten­tang pen­gelo­laan hutan berba­sis masyarakat.“Kalo kami bicara yang lurus-lurus dan tek­nis banget, ya sulit untuk dipahami.”Jelas Warno. Salah satu pem­be­la­jaran adalah dalam pen­dampin­gan Unit Man­a­je­men Hutan Rakyat (UMHR) Gapok­tan Sabuk Rimba Ken­cana (GASARINA) di Jawa Barat. Penyam­pa­ian infor­masi yang dilakukan oleh pen­damp­ing, menye­suaikan den­gan pola pen­dekatan keaga­maan melalui pen­ga­jian. Lebih lan­jut, Pak Warno men­je­laskan bahwa dalam menyam­paikan materi, Pak Warno kerap mem­inta ban­tuan kepada pemuka Agama setem­pat dalam forum-forum pen­ga­jian yang diadakan oleh desa.

Melalui pen­deke­tan yang tepat sesuai den­gan kon­teks lokal terse­but, pen­damp­ing hutan rakyat dari KANOPI telah suk­ses melu­luskan sebanyak 3 Unit Man­a­je­men Hutan Rakyat (UMHR) dalam peni­la­ian ser­ti­fikasi Pen­gelo­laan Hutan Berba­sis Masyarakat Lestari(PHBML) dan Ver­i­fikasi Legal­i­tas Kayu (VLK) untuk Hutan Hak. Meng­gu­nakan pen­dekatan lokal yang berbeda, part­ner region Jawa Tengah-DI Yogyakarta dan Jawa Timur yang melakukan pen­dekatan pen­dampin­gan melalui seni budaya –diantaranya wayang kulit dan teater tradisional-, telah melu­luskan 7 UMHR dalam ser­ti­fikasi PHBML dan VLK Hutan Hak di tahun 2015 yang lalu.

Langkah besar selalu dim­u­lai den­gan langkah kecil, dari seman­gat ini­lah bahwa hutan rakyat terus menggeliat untuk berser­ti­fikat, untuk kelestar­ian di masa mendatang.

Be Socia­ble, Share!

Comments are closed.

RSS Feed LEI | Subscribe via email

Provide by FeedBurner

LEI’s Certified Forests

Untitled Document

2.388.775,35 Ha Plan­ta­tion Forests
36.917,080 Ha Com­mu­nity Forests
5 Chain of Cus­tody



Total 2.425.020,43 Ha

(2017, Jan­u­ary)