<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Two Community Forests Passed Ecolabel Certification</title>
	<atom:link href="http://www.lei.or.id/news/703/two-community-forests-passed-ecolabel-certification/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lei.or.id/news/703/two-community-forests-passed-ecolabel-certification</link>
	<description>Certification for Justice and Sustainability</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 May 2010 12:05:10 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Rainny</title>
		<link>http://www.lei.or.id/news/703/two-community-forests-passed-ecolabel-certification/comment-page-1#comment-1498</link>
		<dc:creator>Rainny</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 09:36:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lei.or.id/en/?p=703#comment-1498</guid>
		<description>Hasil perhitungan saya, benar tidak ini: 

Luas hutan rakyat bersertifikasi PHBML/LEI di Jawa adalah 11,392.37 ha, dengan 9 unit pengelola hutan rakyat.

Di luar Jawa, di Kalimantan 9,453.4 ha, yaitu Hutan Kampung Sungai Utik. 

Sementara itu, hutan rakyat di Konawe Selatan seluas 152,35 ha mendapatkan sertifikasi SLIM-F/FSC.

Kita pisahkan Sungai Utik yang produksi kayunya hanya untuk keperluan sendiri atau subsisten.

Nah, sekarang, LEI programnya adalah mempromosikan produk berlabel, terutama ke pasar internasional, karena itu websitenya sekarang bahasa Inggris, sebagaimana disarankan dalam penelitian IGES. 

Pertanyaan saya, berapakah volume produksi kayu lestari yang bisa ditawarkan ke pasar internasional setiap tahunnya, yang dipanen dari hutan rakyat bersertifikat seluas 11,392.37 ha?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil perhitungan saya, benar tidak ini: </p>
<p>Luas hutan rakyat bersertifikasi PHBML/LEI di Jawa adalah 11,392.37 ha, dengan 9 unit pengelola hutan rakyat.</p>
<p>Di luar Jawa, di Kalimantan 9,453.4 ha, yaitu Hutan Kampung Sungai Utik. </p>
<p>Sementara itu, hutan rakyat di Konawe Selatan seluas 152,35 ha mendapatkan sertifikasi SLIM-F/FSC.</p>
<p>Kita pisahkan Sungai Utik yang produksi kayunya hanya untuk keperluan sendiri atau subsisten.</p>
<p>Nah, sekarang, LEI programnya adalah mempromosikan produk berlabel, terutama ke pasar internasional, karena itu websitenya sekarang bahasa Inggris, sebagaimana disarankan dalam penelitian IGES. </p>
<p>Pertanyaan saya, berapakah volume produksi kayu lestari yang bisa ditawarkan ke pasar internasional setiap tahunnya, yang dipanen dari hutan rakyat bersertifikat seluas 11,392.37 ha?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
